• Training MHMMD

    "Training MHMMD sungguh luar biasa, mampu mengubah mindset (pola pikir) dan prilaku seseorang menjadi lebih positif, optimis, percaya diri dan proaktif sebagai warga bangsa besar

  • BUMN / SWASTA

    Pelatihan MHMMD untuk perusahaan swasta, BUMD dan BUMN

  • Pemerintah Daerah

    Pelatihan MHMMD untuk Pemerintah Daerah

  • Sekolah & Tenaga Pendidik

    Pelatihan MHMMD memberikan angin segar dan asupan gizi pemahaman konsep yang komprehensif di tengah berbagai kegamangan dunia normatif yang mereka geluti selama ini.

  • Mahasiswa & Pemuda

    Salah satu komponen bangsa sebagai agent of change, berada di garda terdepan proses perubahan di dalam seluruh lapisan masyarakat

  • Kaum Perempuan

    MHMMD Perempuan bermula dari Semiloka 3 kota: Jakarta, Surabaya, dan Makassar (2004). Tahun 2005, diadakan pelatihan MHMMD untuk 100 perempuan dari seluruh kabupaten dan berbagai elemen masyarakat (DPRD, eksekutif, LSM, majelis taklim, guru, PKK) di Mataram, NTB dengan dana dari Sofei (Support office for Eastern Indonesia), Bank Dunia. Tahun 2006, pelatihan kembali diadakan untuk 100 perempuan di Kendari, Sultra.

  • Ormas dan LSM

    Pelatihan MHMMD untuk Ormas dan LSM

  • Masyarakat Umum

    Pelatihan MHMMD untuk masyarakat umum

Metodologi

Pelatihan MHMMD terdiri atas 3 proses utama: Perubahan pola pikir (mindset) dan karakter, pembiasaaan dan berbagi kisah sukses, serta pembelajaran dari role model. Tiga proses ini berlangsung dengan peserta sebagai tokoh utama dan sentral. Setiap peserta mendapat kesempatan berbicara dan kesempatan di dengar baik dengan pasangan, di dalam kelompok maupun di kelas. Setiap peserta aktif berfikir, menulis dan berbagi serta melakukan bergai jenis aktivitas di dalam maupun di luar kelas.

Untuk melakukan proses perubahan mindset dan pendidikan karakter berbagai metode dimanfaatkan, antara lain:

  1. Penyamaan frekuensi , presesentasi dengan slide, video, musik, data, informasi, renungan dan review untuk menyamakan cara dan sudut pandang
  2. Diskusi dan dialog interaktif dengan nara sumber, pelatih, dan sesama peserta
  3. Berbagi atau sharing antar peserta agar mampu jadi pendengar dan pembicara
  4. Presentasi di dalam kelompok dan di kelas
  5. Ibadah bersama
  6. Absensi bintang-manyun
  7. Games outbond untuk tim building, trust building dan dapat memotivasi untuk berprestasi bersama
  8. Pengisian Lembar Kerja untuk membiasakan peserta menuliskan apa yang ada dalam pikiran
  9. Goal Setting dan renungan untuk pencerahan spiritual
  10. Simulasi dan pembiasaan
  11. Refocus dan icebreaking di setiap awal acara, agar peserta selalu siap menerima materi
  12. Future Search: diskusi tanpa suara, untuk memutuskan prioritas program tindak lanjut (follow up and action plan dalam bentuk mind-map dan dipresentasikan kepada seluruh anggota).