PARADE PETA HIDUP MAN INSAN CENDEKIA SERPONG
Suasana kelas riuh rendah ketika ABDURRACHMAN membacakan nama-nama kelima anak yang direncanakan oleh temannya, MUCHTAR ADAM MUACHOR demikian juga ketika ASMA membacakan syarat calon suami dari sahabatnya, EVA AFIFAH. Sejurus kemudian, deru tepuk tangan membahana ketika MUCHTAR dan EVA menuliskan akan menghajikan kedua orang tuanya pada usia 30 tahun. Sungguh suatu cita-cita mulia, sama mulianya ketika keduanya sedang mempersiapkan membangun rumah yatim piatu.
Demikian suasana hangat, seru, dan sangat menarik dari Parade Peta Hidup yang diselenggarakan pada hari Senin, 22 Februari 2010 pada mata pelajaran Aqidah Akhlak asuhan Bapak Away Baedhowi dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia, Serpong. Peta Hidup adalah selembar life planing dari pelatihan Mengelola Hidup Merencanakan Masa Depan (MHMMD) yang digagas oleh Bunda Marwah Daud Ibrahim. Tidak kurang 118 siswa kelas II MAN Insan Cendekia terlibat aktif dan antusias dalam kegiatan ini.
Acara dihadiri oleh Bunda Marwah Daud Ibrahim dan Kepala MAN Insan Cendekia, Bapak Drs. Ahmad Hidayatullah, M.Pd. Keduanya terlihat surprise menyaksikan para siswa sangat menikmati dan menghayati membuat long term plan dengan prediksi hidup sampai usia 70 tahun. Hal itu membuat mereka bangga dan haru pada saat yang bersamaan. Betapa tidak! Para siswa yang baru berusia 16-17 tahun telah mampu dan berani menuliskan rencana besar hidup mereka dengan bahasa gamblang dan tegas. Tak ada keraguan sedikit pun dari torehan tinta mereka di Peta Hidup yang dibuat sangat menarik, warna warni, dan menjadi sangat menarik di tangan mereka. Betapa Peta Hidup telah menjadi sesuatu yang sangat powerfull.
Bunda Marwah tersenyum bahagia. Peta Hidup yang ditulisnya telah ikut menginspirasi tunas-tunas bangsa untuk melihat dan memaknai hidup dengan sangat berharga. Bila sudah demikian, mereka pasti akan lebih menghargai waktu. Mereka pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan fitrah penciptaan mereka sebagai manusia.
Pak Ahmad, Kepala MAN Insan Cendekia pun tersenyum bahagia. Di hadapannya, para anak didiknya telah memperlihatkan semangat belajar yang luar biasa. Mereka telah memiliki cara pandang yang sangat positif terhadap masa depan. Ini modal yang sangat berharga. Dengan ini semua, mereka pasti telah mendesign hidup mereka dengan sangat hati-hati dan semangat. Mereka sadar, hidup adalah karunia Allah yang sangat berharga. Setiap tarikan nafas adalah takdir dan setiap detik adalah anugrah. Dan para siswa kelas II telah memberikan gambaran yang utuh bagaimana pada tataran konsep mereka telah selangkah lebih maju dalam mendesign masa depan mereka nanti.
Parade Peta Hidup menjadi fenomenal. Inilah ajang para siswa Kelas II MAN Insan Cendekia unjuk life planing mereka ke depan. Semoga ini salah satu tanda bahwa Nusantara Jaya 2045 bukanlah sebuah utopia. Selamat kepada para siswa kelas II MAN Insan Cendekia! Pak Away, terima kasih telah memberi kesempatan yang sangat luar biasa ini. Selamat dengan para siswa Bapak yang sangat luar biasa. Pak Ahmad, selamat dengan segala pencapaian ini, Pak. Kita sama-sama menjadi teman dialog mereka untuk membantu mewujudkan semua mimpi besar mereka. Bravo, MAN Insan Cendekia!
Februari 2010, rzl.